RUMUS MENGHASILKAN DUIT SECARA ONLINE LEWAT JUALAN


rumus jualan

RUMUS MENGHASILKAN DUIT SECARA ONLINE

Di tengah suasana pandemi seperti ini, banyak orang mulai berpikir bagaimana caranya menghasilkan duit secara online, adakah rumus menghasilkan duit secara online? mengingat hiruk pikuk perdagangan secara offline seolah mulai berpindah dan merambah ke dunia online, tentu hal ini wajib dipelajari bagi para pedagang yang ingin mencoba peruntungannya di dunia online.

Persaingan tak terelakkan

Tidak dapat dipungkiri hal ini menjadikan dunia jual beli online semakin sesak dengan banyaknya pemain baru yang ikut terjun mencari peruntungan. Banyak yang mulai menghasilkan namun lebih banyak pula yang gagal total.

Ya, dunia jual beli online memang seksi namun juga kejam. Persaingan harga semakin sengit. Apalagi saat pemain-pemain besar juga turut bermain di sini. Alhasil dibutuhkan trik-trik baru agar para reseller ataupun dropshiper dapat sharing market di pasar online.

Rumus menghasilkan duit secara online

Seperti layaknya pasar, maka jual beli online juga ada rumusnya. Perhatikan diagram berikut ini:

RUMUS MENGHASILKAN DUIT SECARA ONLINE

Diagram di atas adalah konsep umum bagaimana penjualan tercipta.

Trafick

Trafick di sini merupakan lalu lintas atau seberapa banyak orang melihat dagangan yang kita jual. Tanpa kunjungan calon pembeli maka dagangan mustahil ada yang beli. Jangankan laku, dilihat saja tidak.

Oleh karena itu mendatangkan trafick merupakan hal wajib yang harus dilakukan setiap orang yang jualan di internet. Trafick bisa didapatkan secara gratis dan bisa juga dengan berbayar.

Trafick gratisan bisa didapat dari google jika media pemasaran yang digunakan adalah website. Sedangkan jika menggunakan sosial media maka trafik gratisannya yaitu setiap orang yang melihat postingan kita.

Beda lagi jika pakai istagram, trafick yang didapat berasal dari follower kita. Oleh karena itu maka setiap penjual harus menjalin interaksi yang kuat dengan calon pembelinya. Hal ini diperlukan supaya apa yang kita jual akan muncul dan dilihat di beranda mereka

Tertarik

Adanya trafick baru awalan, hal yang selanjutnya menjadi PR para penjual online adalah membuat calon customernya tertarik. Di sini juga diperlukan ilmu dan kreatifitas. Misalnya, kalau jualannya di istagram maka harus punya gambar produk yang menarik.

Sebaliknya jika jualan pakai sosmed facebook maka selain gambar hal yang ditonjolkan adalah keahlian dalam merangkai kata.

Khusus di facebook, jualan bisa dilakukan lewat fitur marketplace facebook ataupun langsung via status. Ada perbedaan mendasar yang perlu dipahami di sini.

Jika jualannya lewat akun pribadi, maka branding personal sangat menentukan sukses tidaknya jualan yang dilakukan. Ini erat kaitannya dengan trust. Ya, sebenarnya pembeli itu butuh meyakinkan dirinya sendiri saat ingin beli sesuatu.

Trust

Yakin dulu baru terjadi transaksi. Contoh si A dan si B memiliki jualan yang sama. Keduanya jualan di medsos. Kebetulan si C membutuhkan barang yang dijual tersebut.

Si C ini sudah lama kenal dengan si A. Walaupun tidak kenal secara personal, namun si C sudah tahu kalau si A dari sejak pertemanannya di medsos punya bisnis jualan barang merk X. Hal itu terlihat dari status-status yang diunggah oleh si C perihal kegiatannya sehari-hari, dari packing atau COD.

Si C dan si A ini berinteraksi hanya sekedar saling komen dan like status. Berbeda dengan si B, si B ini baru dikenal oleh si C belum lama sejak si B add pertemanan. Si C tahu bahwa si B ini jualan barang merk X saat pertama kali konfirm pertemanan yang diajukan si B dan ia kepo profil si B.

Setelah mereka berteman di medsos, belum pernah terjadi interaksi antara si B dan si C walaupun itu cuma sekedar like status. Dalam kasus ini, ketika si C sedang membutuhkan barang merk X maka kira-kira ia akan melakukan transaksi dengan si A atau si B?

Tentu saja ia akan beli ke si A. Itulah trust, si C sudah kadung kenal dan percaya dulu dengan si A karena memang sudah sering interaksi.

Rumus menghasilkan duit secara online lewat jualan bisa dilogika

Sebagai orang yang juga membutuhkan barang, sebenarnya secara tidak langsung kita juga bisa merumuskan sendiri tentang rumus ini. Posisikan kita sebagai pembeli yang membutuhkan sebuah barang.

Setelah menemukan beberapa penawaran dengan barang yang sama, apa yang membuat kita memutuskan untuk membeli dari salah satu diantara penawaran mereka?

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!